Kamis, 30 Agustus 2012

on

Pengertian dan Al-Mahabbah Yang Sesungguhnya Menurut Islam

Pengertian dan Mahabbah Yang SesungguhnyaMahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam. Dalam mu’jam al-falsafi, Jamil Shaliba mengatakan mahabbah adalah lawan dari al-baghd, yakni cinta lawan dari benci.

Al mahabbah dapat pula berarti Al Waduud yakni yang sangat kasih atau penyayang.

Dalam kajian tasawuf, mahabbah berarti mencintai Allah dan mengandung arti patuh kepada-Nya dan membenci sikap yang melawan kepada-Nya, mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali Allah SWT serta menyerahkan seluruh diri kepada-Nya.

Kaum Sufi menganggap mahabbah sebagai modal utama sekaligus mauhibah dari Allah Swt, untuk menuju kejenjang ahwâl yang lebih tinggi.

Konsep al-hub (cinta) pertama kali dicetuskan oleh seorang sufi wanita terkenal Rabi’atul Adawiyah (96 H – 185 H), menyempurnakan dan meningkatkan versi zuhud, al khauf war raja’ dari tokoh sufi Hasan Al Basri. Cinta yang suci murni adalah lebih tinggi dan lebih sempurna daripada al khauf war raja’ (takut dan pengharapan), karena cinta yang suci murni tidak mengharapkan apa-apa dari Allah kecuali ridla-Nya.

Menurut Rabi’atul Adawiyah, al hub itu merupakan cetusan dari perasaan rindu dan pasrah kepada-Nya. Perasaan cinta yang menyelinap dalam lubuk hati Rabi’atul Adawiyah, menyebabkan dia mengorbankan seluruh hidupnya untuk mencintai Allah SWT.

Cinta Rabi’ah kepada Allah SWT begitu memenuhi seluruh jiwanya, sehingga dia menolak seluruh tawaran untuk menikah. Dia mengatakan dirinya adalah milik Allah yang dicintainya, karenanya siapa yang ingin menikahinya harus minta izin dahulu kepada-Nya.

Pernah ditanyakan kepada Rabi’ah, apakah engkau benci kepada syetan ? Dia menjawab, “Tidak, cintaku kepada Allah tidak meninggalkan ruang kosong dalam diriku, untuk tempat rasa benci kepada syetan. Ditanyakan apakah dia cinta kepada Nabi Muhammad SAW? Dia menjawab, “Saya cinta kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi cintaku kepada khalik memalingkan diriku dari cinta kepada makhluk. Banyak sekali syair dan gubahan dari Rabi’ah menggambarkan cintanya kepada Allah SWT.

Adalah Imam al Qusyairi, pengarang Risâlah al Qusyairiyyah mendefinisikan cinta (mahabbah) Allah kepada hamba sebagai kehendak untuk memberikan nikmat khusus kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Apabila kehendak tersebut tidak diperuntukkan khusus melainkan umum untuk semua hambaNya–menurut Qusyairi–dinamakan Rahmat; kemudian jika irâdah tersebut berkaitan dengan adzab disebut dengan murka (ghadlab).

Masih dalam konteks yang sama, lebih jauh al Qusyairi memaparkan definisi mahabbah tersebut versi kaum salaf; mereka mengartikan cinta sebagai salah satu sifat khabariyyah lantas menjadikannya sebagai sesuatu yang mutlak, tidak dapat diartikulasikan sebagaimana rupa seperti halnya mereka cenderung tidak memberikan pentafsiran yang lebih dalam lagi, sebab apabila cinta diidentikkan dengan kecenderungan pada sesuatu ataupun sikap ketergantungan, alias cinta antara dua manusia, maka mereka menganggap hal itu sangatlah mustahil untuk Allah Swt.

Interprestasi yang demikian ini memang lebih cenderung berhati-hati seperti halnya mereka (baca:kaum salaf) sangat menekankan metode tafwîdl dalam permasalahan yang bersifat ilâhiyah.

Al Junaidi Al Baghdadi menyebutkan, mahabbah itu sebagai suatu kecenderungan hati, artinya, hati seseorang cenderung kepada Allah SWT dan kepada segala sesuatu yang datang daripada-Nya tanpa usaha.
Semua keilmuan telah disalin ulang ke dalam Kitab "Al-Mahabbah". Silakan klik di sini untuk memilikinya!

TATA CARA PEMESANAN

Sebelum memesan, Anda harus mengetahui:
  • Al-Mahabbah disalin ulang dalam bentuk ebook (buku elektronik), bukan buku. Jadi, link download ebook & password dikirim melalui SMS / email Anda. catatan: ebook ini dapat Anda cetak langsung setelah didownload
  • ebook berisi 51 halaman terdiri dari 7 Ilmu Pengasihan Maha Dahsyat + 65 Mahabbah Ampuh
  • Kami hanya menyalin ulang dan memasarkan dalam bentuk ebook. Kami bukanlah pencipta buku
  • Di dalam ebook Al-Mahabbah, ada beberapa yang kami foto dari buku asli
  • Al-Mahabbah terdiri duo bahasa (arab dan latin) yang memudahkan Anda untuk membacanya

Jika Anda telah membaca penjelasan di atas, Anda harus langsung melakukan pembayaran ke No. Rekening di bawah:
Pembayaran BANK MANDIRI111.00.0652700.2

Setelah itu, Anda bisa langsung SMS ke 0853 64 971267

contoh isi SMS:
Saya telah melakukan pembayaran dari Bank Mandiri atas nama Ariel. Ini alamat email saya: ariel@gmail.com.

Setelah kami melakukan pengecekan pembayaran, kami akan langsung mengirim link download dan password khusus ke email Anda.

catatan: Karena banyaknya pemesan, mohon bersabar apabila kami terlambat mengirim ke email Anda.